Freelance

Siapa Saja yang dapat Bekerja Freelance

By  | 

Pembahasan kita kali ini yakni Siapa Saja yang dapat Bekerja Freelance. Pada dasarnya semua orang dapat berpeluang menjadi freelancer. Umumnya orang yang dapat bekerja sebagai freelancer adalah orang yang berusia produktif yaitu berusia sekitar 17 tahun sampai 40 tahun. Sementara orang yang sudah berusia di atas 40 tahun, perusahaan menganggap freelancer tersebut tidak produktif lagi.

Siapa Saja yang dapat Bekerja Freelance

Selain batasan umur, sebagian besar perusahaan menginginkan freelancer yang ahli atau menguasai bidang tertentu. Tentunya bidang tersebut merupakan bidang yang memang dibutuhkan perusahaan. Selain itu, kalau memungkinkan keahlian freelancer tersebut juga mampu meningkatkan kinerja atau profit bagi perusahaan. Untuk melihat keahlian atau kemampuan seorang freelancer, biasanya perusahaan melihat latar belakang pendidikan atau pengalaman kerja freelancer.

Tolak ukur lainnya yang biasanya dilihat oleh suatu perusahaan adalah jenjang pendidikan freelancer, baik secara formal maupun informal, akan dinilai oleh perusahaan sebelum freelancer diterima. Hal ini disebabkan semakin tinggi tingkatan pendidikan seorang freelancer, pada umumnya ilmu dan pengalaman yang dimiliki semakin besar.

1. Lulusan SMU atau sederajat

Pekerjaan freelance tidak menutup kemungkinan adalah lulusan SMU atau sederajat. Banyak perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dengan standar minimal pendidikan SMU atau sederajat. Perusahaan yang membutuhkan freelancer lulusan SMU atau sederajat biasanya jenis pekerjaannya tidak membutuhkan keahlian khusus.

Pekerjaan yang biasa ditawarkan untuk lulusan SMU dan sederajat antara lain, sortir surat (di kantor pos), filing, packing, dan lain-lain. Dengan jenis pekerjaan yang tidak membutuhkan keahlian, maka pendapatan seorang freelancer lulusan SMU atau sederajat biasanya rendah. Biasanya perusahaan memberikan balas karya kepada freelancer ini secara harian atau sesuai target yang ditentukan oleh perusahaan.

Lain halnya dengan lulusan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) yang umumnya memiliki peluang lebih besar atau lebih diutamakan dibandingkan dengan lulusan SMU (Sekolah Menengah Umum). Hal ini disebabkan kurikulum dan proses belajar-mengajar siswa SMK memang dipersiapkan untuk menghadapi dunia kerja, seperti mampu memperbaiki mesin motor, merakit komputer, atau memperbaiki alat-alat elektronik. Keahlian lulusan SMK dapat diterapkan pada beberapa perusahaan seperti bengkel, perusahaan elektronik, maupun perusahaan kontraktor.

2. Lulusan D1-D3

Lulusan D1-D3 merupakan pendidikan setelah SMU yang biasanya membutuhkan waktu belajar lebih singkat dari jenjang sarjana. Selain itu, sistem belajar-mengajar jenjang D1-D3 lebih ditekankan pada praktik daripada teori. Dengan kata lain, lulusan D1-D3 memang dipersiapkan sebagai tenaga siap kerja.

Pada umumnya, perusahaan menargetkan standar pendidikan pada jenjang ini. Keahlian yang dimiliki lulusan D1-D3 ini tentunya sesuai dengan jurusan yang diambilnya, misalnya sekretaris, akuntansi, desain grafis, penerbitan, dan lain-lain. Tenaga ahli lulusan tersebut dapat bekerja di banyak perusahaan, misalnya sebagai setter/layouter, desainer, programmer, data entry, surveyor, administrasi, operator, dan lain-lain.

3. Lulusan S1

Peluang bekerja sebagai freelance bagi lulusan pendidikan S1 cukup banyak. Pada umumnya, lulusan S1 memiliki kemampuan menganalisis dan mudah menerima berbagai ilmu baru dengan baik. Lulusan S1 mampu mengembangkan kemampuan dirinya untuk menguasai berbagai keahlian. Lulusan sarjana akuntansi misalnya, ia dapat menjadi seorang freelancer akuntan atau auditor.

Lulusan S1 dari berbagai jurusan dapat bekerja freelance sebagai editor atau penulis naskah jika memiliki kemampuan bahasa yang baik dan wawasan yang luas. Lulusan sarjana memiliki nilai jual lebih jika ditambah dengan keahlian khusus yang dimiliki atau kursus-kursus yang pernah diikutinya, seperti menguasai salah satu atau beberapa bahasa asing, program komputer, atau fotografi.

4. Keahlian khusus

Seseorang yang memiliki keahlian khusus memiliki nilai jual lebih meskipun pendidikan formal yang dimiliki hanya lulusan SMU atau sederajat. Keahlian khusus ini dapat diperoleh melalui berbagai kursus seperti fotografi, reparasi komputer, program komputer, bahasa, desain grafis, atau keahlian khusus lainnya. Selain memiliki keahlian khusus, ada baiknya ia juga memiliki pengalaman bekerja yang disertai dengan sertifikat atau surat berharga berisi keterangan keahlian atau pengalaman kerja. Hal tersebut dapat menjadi nilai tambahan agar Anda diterima sebagai freelancer.

Demikian info tentang Siapa Saja yang dapat Bekerja Freelance semoga bermanfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *